Ayah…
Hangat sinar
matamu kau pancarkan kepadaku
Keringat dan
letih telah kau korbankan
Itu semua
hanya demi aku
Secuil daging
yang gak tau diri
Aku
bersenang-senang….
Layaknya
burung di udara bebas
Tak sedikit
aku goreskan pisau dihatimu
Tapi apa yang
kau balas kepadaku
Kau siramu
hatiku dengan air cinta
Kau selimuti
diriku dengan kain kasih
Sampai
akhirnya, semua itu membuka hatiku
Tetesan-tetesan
penyesalan kini hadir mengikuti jalan hidupku
Ayah….
Maafkan aku..
Hasan
S Pribadi..