Jumat, 30 November 2012

Bahaya Cinta Monyet


CINTA
CINTA
CINTA ITU…........ BIKIN GILA

Saat sepi datang
Aku duduk sendiri
Sembari mengingat kelakuanku yang lalu
Terngiang dalam pikiranku
Aku seperti orang bodoh
Mungkin aku benar-benar bodoh
Aku tertipu oleh mahluk gemulai nan indah
Aku dibuatnya tak berdaya
Bagai singa kehilangan taringnya
Aku adalah superman disekolah ini
Semua bertekuk lutut Kepadaku
Tapi kenapa dengan tatapan cahaya seorang gadis
Taku langsung terdiam tak berdaya
Saat wujudnya menghampiriku
Aku tampak mati
Dan kata-katnya……
Menghisap rohku kedalam hatinya
Mungkin inilah kekuatan cinta
Tapi aku muak dengan hal ini
Tanpa sadar aku memecah kesunyian
Dengan berteriak…
“ CINTA BIKIN GILAAAAAAAAA……..”
CINTA ITU…........ BIKIN GILA

Saat sepi datang
Aku duduk sendiri
Sembari mengingat kelakuanku yang lalu
Terngiang dalam pikiranku
Aku seperti orang bodoh
Mungkin aku benar-benar bodoh
Aku tertipu oleh mahluk gemulai nan indah
Aku dibuatnya tak berdaya
Bagai singa kehilangan taringnya
Aku adalah superman disekolah ini
Semua bertekuk lutut Kepadaku
Tapi kenapa dengan tatapan cahaya seorang gadis
Taku langsung terdiam tak berdaya
Saat wujudnya menghampiriku
Aku tampak mati
Dan kata-katnya……
Menghisap rohku kedalam hatinya
Mungkin inilah kekuatan cinta
Tapi aku muak dengan hal ini
Tanpa sadar aku memecah kesunyian
Dengan berteriak…
“ CINTA BIKIN GILAAAAAAAAA……..”

Senin, 26 November 2012

Mobil Ini Butuh Rp 1,3 Miliar untuk Catnya Saja

London - Harga sebuah McLaren MP4-12C standar saja sudah tidak bisa dibilang murah. Begitu pula dengan McLaren MP4-12C yang satu ini. Tapi siapa sangka kalau mobil yang satu ini butuh dana hingga Rp 1,3 miliar untuk mengecatnya.

McLaren MP4-12C standar saat ini disediakan dengan warna-warna standar seperti biru, hitam, silver atau putih. Namun seorang pemilik mobil nampaknya tidak puas dengan warna-warna tersebut.

Inspirasi cat mobil McLaren MP4-12C ini adalah classic BMW Art Cars yang lahir di era 1970an. Adalah Hamann Motorsport yang merupakan perusahaan tuning asal Jerman yang mengerjakannya.

Dilansir Daily Mail, Senin (26/11/2012) Hamann memberi nama mobil ini memoR yang merupakan 'sepotong warna-warni seni yang indah'. Total butuh dana hingga 90 ribu pounds atau Rp 1,3 miliar untuk mengecat mobil ini.

Selain warna-warna mentereng, mobil ini juga sudah dipasangkan body kit baru seperti bumper, headlamp dan spoiler belakang yang berdesain baru serta satu set pelek 21 inci.

Bila mobil ini ada di jalan, Hamann bahkan sesumbar kalau Porsche, Lamborghini atau Ferrari akan terlihat bagai mobil biasa bila bersanding dengannya.

"Dengan panggung yang diatur seperti ini, dua-seater yang halus akan mengubah jalan-jalan jelek menjadi catwalk megah," kata mereka seperti detikOto kutip dari Daily Mail.

Proyek BMW Art Cars yang menjadi inspirasi mobil ini sendiri dimulai pada tahun 1975 ketika produsen mobil asal Jerman itu mengundang artis Amerika Alexander Calder untuk memindahkan media lukisnya dari kanvas ke mobil.

Sejak itu banyak seniman termasuk Andy Warhol, David Hockney dan Roy Lichtenstein yang telah ikut serta dalam proyek lanjutannya.

Sementara itu, McLaren MP4-12C sendiri merupakan mobil sport dua penumpang yang menggendong mesin V8 berkapasitas 3.8 liter berkekuatan 592 hp. Mobil yang sudah mengusung sistem twin-turbo ini terasa unik sebab sasisnya terbuat dari serat karbon yang ringan.

Dengan spesifikasi tersebut, mobil ini mampu berakselerasi dari diam sampai 100 km/jam dalam waktu 3,1 detik dan mencapai topspeed di angka 330 km/jam dan menjadi salah satu mobil tercepat saat ini.
London - Harga sebuah McLaren MP4-12C standar saja sudah tidak bisa dibilang murah. Begitu pula dengan McLaren MP4-12C yang satu ini. Tapi siapa sangka kalau mobil yang satu ini butuh dana hingga Rp 1,3 miliar untuk mengecatnya.

McLaren MP4-12C standar saat ini disediakan dengan warna-warna standar seperti biru, hitam, silver atau putih. Namun seorang pemilik mobil nampaknya tidak puas dengan warna-warna tersebut.

Inspirasi cat mobil McLaren MP4-12C ini adalah classic BMW Art Cars yang lahir di era 1970an. Adalah Hamann Motorsport yang merupakan perusahaan tuning asal Jerman yang mengerjakannya.

Dilansir Daily Mail, Senin (26/11/2012) Hamann memberi nama mobil ini memoR yang merupakan 'sepotong warna-warni seni yang indah'. Total butuh dana hingga 90 ribu pounds atau Rp 1,3 miliar untuk mengecat mobil ini.

Selain warna-warna mentereng, mobil ini juga sudah dipasangkan body kit baru seperti bumper, headlamp dan spoiler belakang yang berdesain baru serta satu set pelek 21 inci.

Bila mobil ini ada di jalan, Hamann bahkan sesumbar kalau Porsche, Lamborghini atau Ferrari akan terlihat bagai mobil biasa bila bersanding dengannya.

"Dengan panggung yang diatur seperti ini, dua-seater yang halus akan mengubah jalan-jalan jelek menjadi catwalk megah," kata mereka seperti detikOto kutip dari Daily Mail.

Proyek BMW Art Cars yang menjadi inspirasi mobil ini sendiri dimulai pada tahun 1975 ketika produsen mobil asal Jerman itu mengundang artis Amerika Alexander Calder untuk memindahkan media lukisnya dari kanvas ke mobil.

Sejak itu banyak seniman termasuk Andy Warhol, David Hockney dan Roy Lichtenstein yang telah ikut serta dalam proyek lanjutannya.

Sementara itu, McLaren MP4-12C sendiri merupakan mobil sport dua penumpang yang menggendong mesin V8 berkapasitas 3.8 liter berkekuatan 592 hp. Mobil yang sudah mengusung sistem twin-turbo ini terasa unik sebab sasisnya terbuat dari serat karbon yang ringan.

Dengan spesifikasi tersebut, mobil ini mampu berakselerasi dari diam sampai 100 km/jam dalam waktu 3,1 detik dan mencapai topspeed di angka 330 km/jam dan menjadi salah satu mobil tercepat saat ini.

Kata-kata mutiara Cinta

Minggu, 25 November 2012

Aneh, Ada Rumah di Tengah-tengah Jalan

Jakarta - Pemandangan pohon di pinggir jalan bebas hambatan itu biasa. Namun apa jadinya bila di tengah-tengah jalan bebas hambatan, berdiri satu bangunan rumah yang masih berpenghuni. Aduh, kok bisa yah.

Seperti dilansir leftlanenews, Senin (26/11/2012). Pemandangan tidak biasa ini dapat dilihat di China. Pasalnya antar pemerintah daerah di China dan pemilik rumah Luo Baogen (67) dan istrinya, tidak mendapatkan kesepakatan untuk mendapatkan kompensasi untuk pembebasan lahan dalam pembangunan jalan bebas hambatan di China.

Alhasil, rumah pun berdiri di tengah jalan bebas hambatan. Sang pemilik pun harus bersabar akan mendengar suara deru jalan setiap saat, jika jalan tol ini telah berfungsi. Pasalnya rumah Luo Baogen benar-benar berada di tengah jalan tol di Cina.

Hal ini bukan tanpa alasan, pasalnya Luo Baogen dan istrinya. Telah menghabiskan dana hingga $ 95,000 untuk membangun rumahnya, namun pemerintah China hanya memberikan kompensasi sebesar US$ 35.000. Tentu Luo Baogen menilai ini tidak sebanding dengan yang ia keluarkan.

Pemerintah China pun coba menaikkan kompensasi menjadi US$ 41.000. Dengan tetap pada pendirian, Luo Baogen tetap tidak menyetujuinya. Akhirnya pemerintah pun tetap membangun jalan bebas hambatan, dengan posisi rumah Luo yang berada di tengah jalan.

Di Cihna, menghancurkan properti secara paksa tanpa ada kesepakatan itu merupakan perilaku ilegal. Sehingga pemerintah China pun tidak bisa menghancurkan atau memaksa keluarga Luo untuk pindah.

Keluarga Luo pun menjadi salah satu contoh dramatisir perselisihan antara pemerintah China dan rakyatnya. Pasalnya pemerintah daerahg China dituduh, terlalu sedikit menawarkan nilai kompensasi untuk membersihkan lingkungan, untuk melakukan suatu pembangunan.