Jumat, 07 Desember 2012

Cerpen dan Puisi Ringan


MENGALAH

Terpuruk, lemas, dan tak berdaya
Mantan sang raja kembali menahan perih
Kali ini bukan karena tergores pedang perang
Tapi karena tersayat sayatan lisan
Gejolak hati bergemuruh
Lebih dahsyat dari deburan ombak yang menghantam karang
Dan akhirnya berbuah tangis beku
Tak tahu siapa yang salah
Hanya akulah yang terus mengalah
Biarlah cacian dan makian menerjang
Akanku terjang kembali dengan senyuman
Aku hanya berharap
Bintang berikanlah sedikit cahayamu
Untuk menerangi hidupku yang gelap



DI LORONG BELAKANG SEKOLAH
      Waktu bell pulang sekolah berbunyi , suasana kelas begitu ramai  karena terbebas dari terkaman  pak Bowo. Akupun berjalan dengan santai menuju rumah seperti biasa aku lewat lorong belakang sekolah biar cepat sampai, pada saat itu dari kejauhan aku melihat bayangan seseorang, aku tak tau mengapa orang itu berdiri bersandar dilorong itu, aku takut jantungku bergenderang aku berjalan perlahan-lahan aku mengira orang itu adalah pemalak sadis yang sering beroperasi di sekitar sekolah, Setelah kudekati ternyata bayangan itu adalah bayangan sesosok  perempuan, siapakah dia……..?dalam hatiku penasaran. perempuan itu menyapaku. “ Hai Andi….”. ternyata perempuan itu adalah adik kelasku Melisa. “Hai Melisa…..” aku tak tahu apa yang dilakukan Melisa di lorong ini sendirian, Melisa menatapku dengan tatapan yang tajam dia mendekatiku terus mendekat dia mendorongku hingga aku terjepit eggak bisa apa-apa. apa yang dipikirkan perempuan ini aku hanya diam terpaku. sambil memegang dadaku, dia terus menatapku. Jantungku  berdetak kencang apa yang harus kulakukan pikiranku kemana-mana. di tengah kebingunganku, bibir melisa yang tipis bergerak seraya mengucapkan  sesuatu “I LOVE YOU”. aku kaget mendengar perkataannya mungkin dia gila  atau kesurupan hingga berkata seperti itu. “apa yang kau katakan…? sadarlah melisa… ada apa denganmu” aku masih bingung dengan kelakuan melisa… dia seperti bukan melisa yang kukenal… apakah ia serius dengan perkatannya.. Ah.. itu nggak mungkin… trus ada apa dengannya. “ Andi, aku serius mengatakan ini kau adalah belahan jiwaku… kau adalah nafasku aku tidak bisa hidup tanpamu dirimu adalah diriku. Andi…. maukah kau menjadi pacarku”. Aaaa apa…. apa yang dikatakannya, aku harus bagaimana… kenapa tubuhku tidak bisa bergerak aku terpaku di tembok ini sementara melisa terus menekanku… “Me.. mel… aku hargai perasaanmu kepadaku, tapi aku takbisa………” siang itu terasa sangat sunyi sekali, aku tak mengerti kenapa hal ini bisa terjadi tanpa kusadari ternyata ada yang mencintaiku. “Sudahlah melisa… jangan menagis lagi… maafkan aku, aku belum bisa pacaran” air mata melisa terus mengalir dimatanya yang indah. “baiklah andi kalau mungkin itu yang terbaik bagimu, tapi aku masaih terus menunggu untuk kehadiranmu di hatiku”. Melisa berjalan menjauh meninggalkanku tetesan air mata terjatuh mengikuti lahkahnya. maafkan aku Melisa……
Kau Adalah lirik laguku yang hilang
Hening mengisi hatiku
Hatiku hampa kosong
Mungkin sebentar lagi akan mati
Ada yang hilang dalam hatiku
Sebuah melodi yang indah dan harmonis
Kau tinggalkanku……..
      Tapi kini tampak berubah
                        Saat dia mengisi hatiku
                        Kaulah lirik lagu yang hilang
                        dan kini telah sempurna
Nada-nada cinta mulai tumbuh
Seraya kita bernyanyi
Maukah kau jadi lirik laguku
untuk selamanya,,,




SAHABAT & CINTA                                                                                                             

Aku bosan dengan kehidupanku, hidupku tidak berwarna aku seperti burung tak punya sayap. Betapa menderitanya aku, kulihat diluar banyak remaja menjalin Asmara, mereka saling bergombal-gombalan dibawah pohon asem, mengeluarkan jurus jitu untuk mendapatkan perhatian sang kekasih. Bahkan temen seangkatanku sendiri… baru lulus kemarin telah menikah mau dikasih makan apa istrinya nanti? dia aja masih dikasih makan, mau ngasih makan anak orang lain…. Wuhhhh,, sungguh aku tak mengerti, itulah akibat bermain burung dara sembarangan. Tapi aku bosan dengan hidupku, aku pingin seperti teman-temanku terbang bebas bersama pasangannya masing –masing. Oh..Aisyah..’’’ bukalah hatimu…… ijankan  hatiku berlabuh didermaga hatimu…….. “Dor..dor..dor… Andi ngapain aja kau dikamar mandi, lama banget…. gantian donk,,. kebelet nih..” kak indah mengedor-gedor pintu. aku dikamar mandi udah berapa menit ya… lama banget, ini gara-gara aku trus melamun,, sampai lupa deh… “iya kak ni aku dah mau keluar… tinggal handukan tunggu sebentar…….. akupun keluar dari kamar mandi. “Andi cepatlah makan lalu berangkat sekolah,.. sudah jam berapa ini, nanti kau terlambat” “tenang bu Slowww aja aku ga bakalan terlambat ke sekolah” “kau ini selalu begitu….” Ya dah bu aku berangkat dulu Assalamualaikum….. “Eits.. sini makan dulu…” “ga usah, makan dikantin ajah… lagian Doni udah nunggu diperempatan….” “indah… adikmu gimana sih……? “La kok Nanya aku… itukan anak ibu……” Tapikan adikmu juga, Nasehatin donk…” “Capekbu aku mbilangin Andi…. Semenjak ayah meninggal dia jadi kurang ajar sama aku…’’. aku berjalan dengan mantapnya menuju sekolah.. karena hari ini akan aku tunjukan kesungguhan cintaku terhadap Aisyah….dengan semangat 45 akanku tembak Aisyah….. I LOVE YOU Aisyah …. telah lama kupendam perasaan ini, tapi kini aku bosan memendamnya aku pingin punya pacar,, seperti teman-temanku yang lain. “Woi An…,Andi tunguin gua… buru-buru banget sih.. kaya tikus ngejar jangkrik, ada apaan sih……?” Enak aja Loch ngomong, gua dibilang kaya tikus… loch tuh Werogh” “Y a deh, maaf.. mang ada apaan sih…” “Hari ini disekolah gua mau nembak Aisyah… gua bosan dengan kesendirianku ini…” “ Apaa…. loch mau nembak Aisyah,….. yakin bener.. apa dia mau sama loch” Doni tidak yakin gua bakal diterima Aisyah.., tapi tak apa, dengan perhatianku selama ini Gua yakin Aisyahbakal nrima Gua dan Gua rasa Aisyah ada respon sama Gua… Gua akan buktiin ke loch Don, bahwa Gua bakal jadi pacarnya Aisyah Dan loch tetap njomblo sendirian hwe..hweh…hwehh…  “Heh.. Don loch Harus dukung Gua Okey, Loch akan jadi saksi, bahwa Cewek secantik Aisyah bakal jadi milik Gua…….” “ loch yakin bener An…” yaiyalah secara ya Gua kan Ganteng”.
Tanpa terasa berjalan sambil ngobrol sama Doni, sampai juga didepan gerbang sekolah, bersamaan dengan itu bel masuk pun berbunyi. aku sama doni bergegas menuju kelas. Di    depan kelas aku berpapasan dengan bidadariku betapa cantiknya dia aku terpaku memandangnya Kulitnya yang putih mulus membuat hatiku terpelet, matanya yang indah membuatku ingin selalu beesamanya paras wajahnya semakin cantik dengan di balut kerudung yang indah, dia sempurna bagiku. “ woi ayo masuk”. Doni mengagetiku saat aku terpaku memandang Aisyah. sepertinya ada yang disembunyiin dari doni dia tidak suka jika aku dengan Aisyah dia tidak mendukungku. Apakah dia suka dengan Aisyah….?  Ahh.., itu tidak mungkin aku tahu dia tidak suka cewek feminin. Tanpa terasa waktu berjalan dengan cepatnya bell istirahat telah berbunyi, ini saatnya aku mempersiapkan panahku untuk menancapkan  di hati Aisyah. Aisyah tunggulah Arjunamu. “Don,,, Loch harus nganter Gua Nembak Aisyah ayo cepetan……” aku menarik tangan Doni.. “An… sepertinya Aisyah sudah punya pacar, Gua takut jika Loch sakit Gua sini ajah Gua gak ikut” ada apa dengan Doni tidak biasanya dia seperti ini. Okelah jika loch gak mau membantuku taapa tapi tunggulah Gua akan tetap menembak Aisyah”. di kantin sekolah aku melihat Aisyah duduk sendirian di kantin, ini saat yang tepat. aku berjalan menuju Aisyah dengan jantung seperti mau meledak aku duduk di depannya dan menyapanya. “ Hai Aisyah…” aku bingung harus mulai dari mana kringat dinginku keluar semua bak bertemu hantu. “ada apa An… kok sikap loch aneh gitu sih”. perkataan lembutnya membuatku melayang  bersiaplah Aisyah anak panahku akan segeraku lepas.  “Aisyah….” ILOVE YOU…” “ Apa maksudmu An…..?” Aisyah kaget dengan pernyataanku. “Aisyah sejak pertama kita bertemu, benih-benih cinta itu mulai tumbuh aku tak tahu harus bagaimana kau sempurna bagiku aku mencintaimu Ais, maukah kau jadi pacarku ?” aku ungkapkan segala isi hatiku kepada Aisyahsemoga Aisyah menerima cintaku. “ Aaa… apa kau bilang apa tadi…” Aku mencintaimu Ais..” Andi kuhargai perasaanmu kau baik, kaupun menyenangkan tapi hatiku sudah menjadi milik orang lain An… aku tidak bisa menerima cintamu”. Hancur hatiku mendengar pernyataan Aisyah, aku di tolak aku tak menyangka kalo Aisyah sudah punya pacar oh tidak hatiku terbakar tanpa debu.
          “Kalo aku boleh tahu Cowok mana yang membuat hatimu luluh Ais…?”. “kaupun kenal An… Dia sahabatmu aku sudah seminggu berpacaran denganya, dia Doni” “Jadi doni adalah pacarmu”. hatiku semkin hancur Doni menusukku dari belakang. aku meeteskan air mata, aku berlari menuju kelas menghampiri doni, ternyata inilah yang disembunyikan Doni. Aku memukul doni perkelahianpun takterelakan persahabatanku dengan doni rusak gara-gara cinta. “ Brengsek Loch Don,,,, kau menusukku dari belakang aku gak nyangka kau adalah sahabatku dari kecil susah dan senang kita lalui bersama. tapi kenapa kau menusukku dari belakang kau menjalin hubungan dengan Aisyah kau tahukan kalo aku sangaat maencintainya”. “ Maafkan aku An aku tak jujur kepadamu tapi inilah kenyataanya Aku juga mencintai Aisyahdan kalo aku jujur kepadamu pasti inilah yang akan terjadi, cinta ini membuat  buta segalanya”. Pada saat itu melisa datang dan berusaha melerai perkelahianku dengan Doni. “Andi Doni sudahlah……! kalian berdua adalah sahabat mengapa menjadi seperti ini.. Mari kita selesaikan masalah ini dengan kepala dingin, Lihat muka kalian sudah penuh dengan darah sadarlah teman……” akhirnya kita bertiga duduk bersama menyelesaikan masalah dan aku akhirny mengalah.  “ Andi aku mengerti apa yang kau rasakan.. tapi inilah kenyataannya An… kau mencintaiku tapi aku mencintai Doni aku menyayanginya.. kau harus terima semua ini An…….. dan ingat kau adalah sahabat baik aku gak mau kalo persahabatan kalian rusak gara-gara aku, mengertilah An.. “ baiklah kalo itu terbaik buat kalian aku mengalah berbahagialah kau dengan Aisyah Don… aku bahagia jika kalian bahagia.. dan kita masih sahabat untuk selamanya Don…..” “ Thank’s An…….”. aku menaruh tangan Doni diatas tanganAisyah, Mungkin inilah yang terbaik aku relakan cintaku aku gak mau persahabatan rusak Karena cinta.

                                                                                                Hasan S Pribadi
THE END